Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Tips

Aha! Inilah Ide Bisnisku!


Inilah Panduan Lengkap Mengenali Masalah Sampai Menjadikannya Sebuah Ide Bisnis yang Layak Untuk Dieksekusi.

Mencari ide bisnis seringkali menjadi hambatan utama bagi siapapun yang ingin memulai bisnis. Untuk menemukan ide bisnis yang tepat, ada empat pertanyaan yang harus Anda jawab. Dengan menjawab dan menyelesaikan tiap tahapannya, Anda akan lebih dekat dengan harapan Anda, mendirikan bisnis sendiri!

 

Apakah Anda Punya Masalah yang Layak Diselesaikan?

suck-less

[Photo Credit: Kata Alexis Ohanian, dunia ini sucks]

Akuilah, dunia ini sucks, sangat menyebalkan. Dan seperti ucapan Alexis Ohanian, founder Reddit, salah satu tugas dari pendiri startup adalah making the world suck less. Begitu banyak masalah yang belum terselesaikan di dunia ini. Bahkan perusahaan sebesar Google saja bilang pada puncaknya, mereka hanya akan mampu menyelesaikan 1% masalah di dunia. Dengan begitu banyaknya masalah di sekitar Anda, untuk menemukan masalah yang layak diselesaikan Anda bisa melihat sekeliling saja. Atau juga bisa mulai dari diri sendiri, apa hal yang membuat Anda sangat sebal, sehingga rela mengeluarkan uang untuk mengatasinya, dan paling menyebalkan lagi, meskipun rela mengeluarkan uang, masih belum ada orang yang bisa menyelesaikannya.

Apabila Anda menemukan sebuah masalah yang penyelesaiannya menurut Anda masih sangat sucks, mungkin Anda sudah menemukan masalah yang layak diselesaikan. Ukur level kesebalan Anda terhadap sebuah masalah dengan skala 1-10. Kalau nilainya 8, dan kira-kira Anda rela menghabiskan waktu beberapa tahun berkutat dengan masalah tersebut, selamat, Anda sudah melewati fase menemukan masalah untuk diselesaikan.

 

Apakah Ada Pasar Untuk Masalah yang Ingin Anda Selesaikan?

Anda bukan Steve Jobs

steve-jobs

[Photo Credit: Anda bukan Steve Jobs]

Tidak semua orang sepintar dan seberuntung Steve Jobs. Kredo ini harus Anda ingat, karena memang kenyataannya, hanya ada satu Steve Jobs, yang bisa dengan sewenang-wenang tidak mendengarkan pendapat orang lain dalam mengembangkan produk, tapi bisa tetap sukses. Apabila Anda yang tidak mendengarkan pendapat orang lain, besar kemungkinan Anda gagal, karena Anda bukan Steve Jobs.

 

Tanyakan pada orang yang tidak Anda kenal

Setelah menemukan masalah yang layak diselesaikan di fase pertama, pastikan bahwa yang mengalami masalah tersebut bukan Anda sendirian, tapi juga banyak orang. Anda bisa bertanya ke minimal 50 orang random tentang apakah mereka juga mengalami masalah yang sama atau tidak. Kenapa orang random? Karena teman dan keluarga akan cenderung memberikan feedback yang menyenangkan bagi Anda. Sedangkan orang random akan dengan seenak hatinya menjawab jujur, meskipun itu nantinya akan mengecewakan Anda.

Fase bertanya ke orang random itu juga merupakan fase tes pasar. Apakah benar-benar ada masalah yang ingin Anda pecahkan? Kalau masalah tersebut kecil, dan kira-kira penyelesaiannya murah, pastikan dari 50 orang random tadi ada separuh yang mengalami masalah tersebut, barulah Anda bisa yakin suatu saat bisnis ini bisa scalable. Tapi kalau masalah tersebut besar, dan kira-kira penyelesaiannya sangat mahal, dari 50 orang random tadi, berharaplah ada 2-3 orang yang mengalaminya, mungkin bisnis Anda masih bisa scalable.

 

Ukur level kesebalannya

Untuk mengukur level komitmen dari orang random tersebut, apabila ada 10% saja dari total orang yang mengaku mengalami masalah tersebut rela memberi Anda uang muka untuk solusinya, Anda sudah menemukan ide bisnis yang luar biasa! Kalau sampai orang rela menggunakan solusi Anda yang belum sempurna, Anda tidak perlu mencari ide bisnis lagi, Anda sudah menemukannya. Hal yang tersisa adalah terus memperbaiki solusi yang Anda tawarkan ke orang yang mengalami masalah tersebut.

 

Apakah Anda Mempunyai Solusi yang Unik, Kreatif, dan Inovatif?

Apabila sudah mencapai fase menemukan masalah yang layak diselesaikan dan memastikan bahwa ada pasar untuk masalah tersebut, yang tersisa adalah apa yang bisa Anda lakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Kalau ternyata belum ada pemain yang berusaha menyelesaikan masalah yang sama, ada dua kemungkinan, antara Anda sangat beruntung atau memang sebenarnya pasarnya sangat tidak menarik. Tapi dalam kondisi ini, apapun solusi yang Anda tawarkan, selama itu benar-benar menyelesaikan masalah, pasti akan diterima oleh orang yang mengalami masalahnya. Namun, apabila Anda menemukan ide bisnis yang sudah ada pemain lain, apa yang harus Anda lakukan?

 

Inovasi dalam cara menjalankan bisnis – Studi kasus AirBnb

airbnb-sign

[Photo Credit: AirBnb merevolusi cara hotel bekerja]

Variasi inovasi dalam cara menjalankan bisnis ada banyak. Tapi pada dasarnya tentang lebih efisien dalam suatu bidang. Contoh, AirBnb, startup Amerika yang mempunyai kamar hotel lebih banyak daripada jaringan hotel Hilton. Ada dua masalah yang ingin diselesaikan oleh AirBnb: harga hotel yang sangat mahal dan banyaknya kamar menganggur yang tidak digunakan orang di dalam rumah atau apartemennya.

Daripada memiliki properti sendiri seperti Hilton, AirBnb memilih menawarkan kesempatan bagi orang yang mempunyai kamar kosong untuk menyewakannya pada orang asing, tentunya dengan harga yang lebih murah dari hotel. Mari kita kaji satu-satu inovasi ini dari berbagai sudut pandang. Dari sudut orang yang membutuhkan hotel, mereka bisa mendapatkan kamar yang lebih murah dari hotel, serta apabila mendapatkan host yang tepat, juga bisa mendapatkan teman baru. Bagi pemilik property yang tidak digunakan, mereka bisa menghasilkan uang dari ruangan yang selama ini tidak berguna. Bagi AirBnb, mereka jadi jaringan yang mempunyai kamar yang lebih banyak dari Hotel Hilton. AirBnb berhasil mengubah permainan cara menjalankan hotel dengan inovasi di sisi operasional bisnis.

 

Inovasi dalam produk – Studi kasus LinkedIn

Sebelum LinkedIn berdiri, ada sebuah masalah besar bagi seorang professional untuk aktif di Facebook. Apabila seseorang terlalu resmi, dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri di Facebook. Apabila terlalu personal, dia tidak akan dianggap serius di dunia kerjanya. Sampai akhirnya muncul LinkedIn, social media khusus untuk professional. LinkedIn menyelesaikan masalah yang Facebook punyai, memberikan opsi pada orang untuk memakai Facebook khusus pribadi, serta LinkedIn untuk urusan professional.

Dalam pengembangannya, LinkedIn juga menyelesaikan masalah perusahaan yang mencari talenta berkualitas tinggi. Perusahaan bisa memantau profil professional seseorang, menawari mereka langsung tanpa mengirimkan CV. Begitu juga dari sisi pencari kerja, mereka bisa langsung memikat perusahaan dengan profil hebat di LinkedIn. Akhirnya, LinkedIn wajib dipakai oleh seseorang yang sudah mulai masuk dunia professional, serta perusahaan-perusahaan yang membutuhkan talenta tambahan berkualitas tinggi. Semuanya berkat inovasi produk social media, yang digunakan dalam memecahkan masalah yang berbeda.

 

Apakah Anda Mempunyai Resources Untuk Membangunnya?

yougotit

[Photo Credit: Semua orang punya potensi]

Ada tiga faktor penting yang bisa menggambarkan apakah Anda sudah punya resources yang cukup untuk sukses, yaitu kemampuan, uang, dan koneksi. Sayangnya, sangat sedikit yang mempunyai ketiganya bersamaan. Berikut analisa kombinasi dari tiga hal tersebut beserta tipsnya untuk Anda.

 

Hanya punya kemampuan

Kalau Anda hanya punya kemampuan untuk memecahkan masalah, tanpa memiliki koneksi ataupun uang untuk mewujudkannya, Anda bisa memulai dengan sangat kecil. Biasanya kalau Cuma kemampuan, Anda hanya bisa mengembangkan masalah yang bisa diselesaikan dengan jasa, bukan produk. Tawarkan langsung jasa Anda kepada orang yang sudah berkomitmen berani membayar agar masalahnya diselesaikan.

 

Hanya punya uang

Pertanyaannya jadi seberapa besar uang Anda? Apakah cukup untuk meneliti cara menyelesaikan masalahnya serta menjangkau pengembangannya? Uang bukan segalanya dalam bisnis.

 

Hanya punya koneksi

Kecuali solusi dari masalah Anda bersifat konsultasi atau komunitas, punya koneksi saja akan sangat sulit untuk melakukan apa-apa.

 

Punya kemampuan dan uang

Harusnya Anda tidak akan kesulitan dalam fase awal. Namun, seiring berjalannya bisnis Anda, pastikan Anda mempunyai koneksi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya.

 

Punya kemampuan dan koneksi

Setelah membuat prototypenya, Anda bisa coba menyebarkan ke koneksi Anda, dan mintalah koneksi Anda mengenalkan ke orang yang mungkin bisa memberi Anda uang untuk ekspansi lebih besar.

 

Punya uang dan koneksi

Anda bisa mencari orang yang bisa menyelesaikan masalah dari koneksi Anda, dan kemudian membiayainya. Dalam kombinasi unik ini, kami menyarankan Anda untuk menjadi investor saja.

 

Punya segalanya

Kenapa masih bertanya? Anda sudah menemukan ide bisnis luar biasa dan punya resourcesnya, langsung saja bangun startup Anda besar-besaran!

 

Bagaimana pengalaman Anda ketika mencari ide bisnis yang hebat? Ayo bagikan disini. Terinspirasi oleh artikel ini? Bagikan untuk teman-teman Anda di social media ya! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

 

Rekomendasi Editor Hari Ini:

Abon Garut Beromzet Ratusan Juta Rupiah Antar Pria Ini Jadi Jutawan

Meski Hanya Lulusan SMK, Bisnis Anak Muda Ini Harumkan Indonesia di Dunia Internasional

Ini Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dari Hobi Anda

Adhika Dwi Pramudita

Adhika adalah direktur utama PT Wirausaha Muda Sukses Sejahtera. Praktisi media, startup, dan periklanan.

Facebook Twitter Google+ 

Summary
Article Name
Aha! Inilah Ide Bisnisku!
Author
Description
Inilah Panduan Lengkap Mengenali Masalah Sampai Menjadikannya Sebuah Ide Bisnis yang Layak Untuk Dieksekusi.