Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Uncategorized

Empat Alasan Kenapa Kamu Harus Semangat Kerja


Dalam dunia professional, semangat kerja dan kerja keras masih sangat dihargai.

Tidak dipungkiri, saat ini kita sedang hidup di dunia yang berjalan aneh. Bagaimana tidak? Jika berkaca pada kondisi pemerintahan Indonesia saat ini, kok rasanya yang malas malah dihargai sedangkan yang bekerja keras malah justru diabaikan? Bahkan di Amerika Serikat (AS), ada tren dimana kata ‘hard work’ termasuk dalam dirty “four letter word”. Kalau begini faktanya, lalu untuk apa kamu harus semangat kerja?

Sebenarnya, justru karena dunia ini sedang aneh-anehnya, maka berjalanlah melawan arus. Jika semua orang berkata, “Buat apa terlalu semangat kerja, toh hasilnya akan gitu-gitu juga”, yakinkan dirimu bahwa kerja keras tidak akan pernah membohongi hasil. Hasil dari apa yang kamu bangun dan kerjakan mungkin saja tidak seperti yang kamu harapkan, sangat lumrah juga bila seorang pekerja keras kadang kala berkecil hati, namun diluar dari pandangan negative tersebut, setidaknya kamu pasti mempelajari sesuatu yang baru dari kerja kerasmu, apapun itu. Lagipula, sebuah pepatah lama pernah berkata, “Sebagian orang selalu bermimpi untuk bisa mencapai kesuksesan, sementara sebagian orang lainnya justru bangun dari mimpi tersebut kemudian bekerja keras untuk mewujudkannya“.

Kemalasan memang adiktif, tetapi hal tersebut tidak akan menghasilkan satu dampak pun selain kesia-siaan. Abraham Lincoln, presiden ke-16 AS yang bekerja keras untuk membaskan perbudakan, mengingatkan kamu melalui salah satu kutipannya yang paling terkenal, “Things may come to those who wait, but only the things left by those who hustle.”

Oleh sebab itu, untuk menambah keyakinan Sobat Studentpreneur, berikut empat alasan yang bisa menjadi bahan refleksi diri kamu atas pertanyaan “Mengapa saya harus semangat kerja dan bekerja keras?

 

Kerja keras membentuk karakter

Selain dunia menjadi semakin aneh, dunia juga berjalan semakin instan, cepat, dan mudah berkat bantuan teknologi. Hari-hari ini, kamu bisa memesan tiket pesawat untuk liburan hanya melalui ponsel pintarmu. Kamu bisa membeli pakaian, sepatu, tas, atau barang kebutuhanmu lainnya tanpa harus bangun dari tempat tidurmu. Bahkan, untuk membawamu ke daerah antah berantah pun, kamu tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk bertanya-tanya ke sekeliling orang dan hanya mengandalkan GPS. Namun sadarkah kamu bahwa hak istimewa yang kita dapat saat ini lambat laun akan membuat kamu lebih mudah menyerah? Ketika kamu dengan mudah dan cepatnya mendapatkan sesuatu, maka dengan mudah dan cepatnya pula kamu akan menyerah terhadap sesuatu.

Untuk selamat dari kondisi itu, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memiliki sikap seorang pekerja keras. Kerja keras akan membentuk sebuah karakter yang unggul. Kerja keras akan mengajarkan kamu untuk disiplin, fokus, cerdas mengatur waktu, bahkan belajar untuk mengabaikan kritik sesat yang tidak membangun. Menyerah dan malas-malasan adalah dua hal yang mudah dilakukan, tetapi ingatlah, kemudahan tidak pernah membawa kesuksesan.

 

Kerja keras menarik perhatian

Kerja keras tidak akan sia-sia. Source: Pixabay

Kamu punya banyak ide namun belum ada yang mau mendengarkan idemu? Jangan putus asa dan jangan biarkan imajinasi liarmu mati. Tetaplah bekerja dengan keras. Percayalah bahwa suatu hari kamu akan sampai di titik kamu akan didengar dan diperhatikan.

Dalam dunia pekerjaan, terdapat dua sikap yang membuat kamu menonjol: apakah kamu terlahir dengan kepintaran yang luar biasa, atau apakah kamu bekerja rajin dan ekstra. Jika kamu tidak terlahir dengan otak yang jenius, maka kerjakan pekerjaanmu dengan kemauan hati yang penuh. Martin Luther King, Jr. pernah mengilustrasikan bagaimana kita harus bekerja keras melalui sebuah cerita penyapu jalanan. Katanya, jika kamu hanyalah seorang penyapu jalanan, sapulah jalanan sama seperti Michelangelo melukis, sama seperti Beethoven mengarang lagu, atau sama seperti Shakespeare menulis puisi. Penyapu jalanan harus menyapu jalan dengan rajin supaya semua penghuni surga dan bumi rehat sejenak dan berkata, “Disini terdapat seorang penyapu jalanan yang melakukan tugasnya dengan sangat baik.” Meskipun kamu terlahir jenius, kamu tetap harus bekerja keras dan nantikan apa yang akan terjadi dalam hidupmu.

 

Kerja keras membawa peluang baru

Hari-hari ini, kebanyakan anak muda hanya membuat alasan, seperti: “Oh si A kuliah di universitas ternama ya? Pantes aja, kan orang tuanya dosen disana. Beruntung aja lahir di keluarga itu” atau “Si B bisa kerja di perusahaan besar itu? Yaiyalah kan ada orang dalam. Beruntung aja lahir di keluarga itu.” Pembuat alasan seperti itu sebenarnya adalah seorang penggerutu yang hanya bisa bermalas-malasan. Thomas Jefferson, salah satu founding father Amerika Serikat, mengatakan bahwa dirinya memang percaya pada keberuntungan, namun Ia juga percaya bahwa semakin Ia bekerja keras, semakin Ia mendapat banyak keberuntungan. Selain keberuntungan, kerja keras juga akan membawamu ke jutaan peluang baru. Peluang bisa muncul kapan saja dan dimana saja, bisa saja datang sendiri secara tiba-tiba atau datang melalui kenalanmu. Bagaimanapun caranya, peluang akan datang sebagai hasil dari kerja kerasmu.

 

Kerja keras memberkati sesama

Selain untuk kebaikanmu secara pribadi, bekerja keras juga dapat membuat kita menjadi penolong dan pemberi berkat untuk sesama. Karena pada intinya, fokus dari bekerja keras bukan tentang siapa yang nantinya akan mendapat pujian, tetapi tentang dampak apa yang bisa kamu berikan ketika kamu bekerja keras.

Merujuk kepada empat alasan di atas, masihkah kamu harus bertanya “Mengapa saya harus semangat kerja dan bekerja keras?” dan belum mendapat jawabannya?

Yuk follow facebook Studentpreneur dan ikutan kelas online-nya buat belajar bisnis lebih lanjut.

Rekomendasi Kelas Online Studentpreneur Gratis Untuk Anda:

Dasar-Dasar Marketing dari Tung Desem Waringin

Cara Mencari Investor Untuk Startup Baru

Menjalankan Startup dengan Metode Lean Startup

 

Yovita Omega

Pernah berkarya di Pikiran Rakyat, kini Yovita aktif di digital agency di Jakarta.

Facebook