Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Best People Seri Orang Terkaya Dunia

Mulai Bisnis Dari Kamar Asrama, Pria Ini Kini Orang Terkaya Kedua di Belanda


Walaupun sempat berhutang, pria asal Belanda ini berhasil mendirikan perusahaan perekrutan karyawan terbesar di dunia.

Tidak seperti seri orang terkaya di negara-negara di dunia, orang Belanda tidak memliki kekayaan yang cukup banyak. Sekarang kita akan membahas orang terkaya di Belanda nomor 2, yaitu Frits Goldschmeding. Kekayaan Frits mencapai 3.2 miliar dolar atau setara 32 triliun rupiah. Sebagai orang terkaya nomor 2 di Belanda, kekayaan tersebut tergolong kecil. Usaha Frits adalah konsultan sumber daya pegawai, bernama Randstad Holding. Perlu Anda ketahui, Randstad Holding merupakan perusahaan sumber daya pegawai terbesar nomor 2 di dunia.

 

Awalnya adalah perusahaan asuransi

Yang lucu adalah, Frits membuka perusahaan pertama kali bukan berfokus pada sumber daya pegawai melainkan asuransi. Frits membuka perusahaan asuransi pertamanya pada tahun 1960. Dia bersama temannya yaitu Ger Daleboudt membuka perusahaan asuransi setelah keduanya lulus dari Universitas VU Amsterdam. Mereka adalah lulusan jurusan ekonomi dan tertarik di bidang asuransi. Perusahaan pertamanya jauh tentu dari pikiran Anda, mereka memulai perusahaan dari kamar asrama kampusnya! Perusahaan pertama mereka bernama Uitzendbureau Amstelveen.

Baru setelah itu, mereka sangat fokus terhadap asuransi. Mereka masuk ke asuransi pabrik-pabrik, lalu bank sampai mulai menawarkan asuransi kesehatan. Setelah pindah kantor dari asrama kampus ke perkotaan, mereka mulai berani membuka cabang. Ini dilakukan agar mereka mendapatkan klien yang cukup banyak. Mereka sampai kewalahan menerima order asuransi.

 

Mendapatkan pinjaman di bank, mulai merekrut karyawan, dan masalah mulai muncul

Ketika membuka cabang tersebut, mereka akhirnya memutuskan untuk meminjam uang di bank. Pada saat itu mereka berdua meminjam uang di bank AMRO. Dari pinjaman bank inilah puncak dari perusahaan Frits. Mereka langsung membuka kantor pusat di Amsterdam, membeli komputer (pada saat Itu komputer sangat mahal). Dengan begitu, klien-kliennya akan semakin percaya dengan kredibilitas perusahaannya.

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menambah karyawan. Dari situlah masalah muncul. Banyak karyawan yang ternyata tidak kompeten dan muncul masalah bagaimana mengatur karyawan. Mulai dari mengatur karyawan tetap sampai karyawan magang.

Di Belanda, pada tahun 70an masih belum banyak perusahaan yang mengatur masalah tersebut. Undang-undang tentang kepegawaian sudah ada, tetapi tidak banyak berpengaruh. Akhirnya Frits melihat peluang tersebut. Dia membuka cabang untuk mengatur sumber daya pegawai. Mulai dari mengatur perekrutan karyawan, sampai bagaimana mengatur karyawan tetap atau karyawan magang. Walaupun terlihat sederhana, tetapi perusahaan Frits ini adalah pioneer dalam urusan sumber daya pegawai.

fritz-goldschmeding

Pada tahun 1980, perusahaan mereka berganti nama menjadi Randstad Holding. Sekarang Randstad Holding adalah perusahaan sumber daya pegawai nomor 2 terbesar di dunia. Bahkan di Eropa, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang menjadi klien dari Randstad. Randstad ada di 39 negara dengan total 28 ribu karyawan. Bahkan keuntungannya mencapai 230 juta dolar. Terinspirasi oleh artikel ini? Bagikan untuk teman-teman Anda di social media ya! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: NU]

 

Rekomendasi Editor Hari Ini:

Orang Terkaya di Arab Saudi Memilih Hidup Miskin di Akhir Hayatnya

5 Cara Berpikir Negatif Untuk Terus Maju

Empat Anak Muda Surabaya Ubah Sampah Jadi Barang Mewah

Dior Asning Kosyu

Bercita-cita menjadi pemain basket, kini Dior berubah profesi menjadi jurnalis yang ingin memperbaiki Indonesia melalui tulisannya.

Facebook Twitter Google+ 

Summary
Article Name
Mulai Bisnis Dari Kamar Asrama, Pria Ini Kini Orang Terkaya Kedua di Belanda
Author
Description
Walaupun sempat berhutang, pria asal Belanda ini berhasil mendirikan perusahaan perekrutan karyawan terbesar di dunia.