Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Uncategorized

Jadi Programmer 30 Tahun, Banting Setir Jadi Pebisnis Franchise Sukses


Meskipun sudah jadi programmer selama 30 tahun, pria ini nekat membuka bisnis franchisenya sendiri dan sukses.

Melihat contoh beberapa entrepreneur yang sudah bergelimang harta memang nikmat, tetapi apakah orang tua atau orang yang sudah tidak muda lagi tidak bisa menjadi entrepreneur dan mendapat keuntungan besar?

Sekarang kita akan melihat contoh pengusaha lain yang memulai bisnis di usia yang cukup tua, yaitu Gary Yanser. Dia adalah mantan programmer di perusahaan IT terkenal dan sudah mendapatkan gaji yang cukup besar. Sekarang, Gary adalah pemilik franchise yang membawahi ratusan karyawan dan bisnisnya tersebut sedang berkembang sangat pesat di Memphis, Amerika Serikat. Bagaimana Gary bisa berubah pikiran dari seorang programmer bergaji besar menjadi pebisnis franchise sukses?

 

30 tahun bekerja di dunia IT

Gary Yanser sangat beruntung mempunyai istri seperti Nancy. Nancy sangat setiap kepada Gary, karena bekerja sebagai programmer membuat Gary harus pulang larut malam dan bahkan harus bepergian keluar kota untuk bertemu dengan klien.

Gary pertamanya adalah freelance programmer dan baru direkrut oleh HP pada tahun 2008 sebagai Electronic Data System. Ketika bekerja dengan HP tersebut, Gary harus mengurusi area Amerika Serikat dan Australia. Perlu diketahui, perjalanan Amerika Serikat ke Australia memerlukan waktu sampai 18 sampai 20 jam. Dan setiap Gary berpergian ke Australia, dia harus tinggal selama 1 minggu sampai 2 minggu bahkan lebih.

 

Lebih sayang keluarga, Gary akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaan

Suatu hari, Gary dan Nancy mengikuti seminar tentang bisnis franchise. Gary berpikir dengan berbisnis sendiri, waktu bersama keluarga bisa lebih banyak. Semakin tinggi jabatan Gary sebagai programmer, ternyata semakin berkurang waktu bersama keluarganya.

Gary mengikuti seminar franchise Speedpro Imaging yang merupakan franchise percetakan dalam bentuk yang sangat besar. Pertama yang dilakukan oleh Gary sebelum terjun di dunia franchise adalah berkonsultasi. Gary yang sudah kenyang pengalaman di dunia industri, mengetahui bahwa dunia bisnis tidak bisa sembarangan. Gary pun berkonsultasi kepada Anna Wilds, konsultan franchise yang cukup terkenal di Amerika Serikat.

Gary dan Nancy kemudian di briefing bahwa berbisnis franchise bukan hanya sekedar mendapatkan keuntungan. Gary harus total dalam menjalankan bisnis, mengeluarkan cukup banyak modal, tenaga dan pikiran. Tidak hanya mengikuti sistem dari franchise tersebut, Gary harus bisa mengembangkan franchise sendiri.

Gary pun harus mengeluarkan modal sebesar 270 ribu dolar atau sebesar 2,7 miliar rupiah. Tentu jumlah yang tidak sedikit, tetapi Gary membangung franchise yang sangat besar. Speedpro Imaging adalah perusahaan percetakaan dalam jumlah besar, karyawannya pun puluhan. Dengan modal seperti itu, Gary membeli tanah, membangun gedung, keamanan dan pengembangan perusahaan.

Tahu berapa jumlah karyawan pertama dari Gary? Hanya 5 orang! Tetapi kenapa sekarang Gary dan franchisenya bisa menjadi salah satu bisnis paling berkembang di Amerika Serikat dan mempunyai ratusan karyawan?

Salah satu yang direkomendasikan oleh Gary dalam berbisnis franchise adalah, rekrut orang yang tepat dan posisikan di tempat yang tepat. Walaupun awalnya hanya mempunyai 5 karyawan, tetapi Gary dapat memposisikan mereka dengan baik. Ditambah, Gary tidak malu untuk bertanya kepada para senior dan konsultan franchise.

“Minta seseorang yang lebih ahli untuk membantu bisnis Anda”

Bisnis franchise memang terlihat menguntungkan, tetapi jika Anda salah jalan, modal yang Anda keluarkan akan lenyap begitu saja. Bisnis franchise adalah bukan bisnis modal kecil, modal yang Anda keluarkan bisa sampai ratusan juta rupiah.

Gary juga menerangkan bahwa dalam bisnis franchise, berkembang adalah hal yang utama. Anda tidak bisa terus-terusan menunggu instruksi dari pusat agar bagaimana franchise Anda bisa berkembang. Di beberapa franchise tertentu, Anda akan dibebaskan untuk mengembangkan ide franchise Anda. terutama di Speedpro Imaging, sekarang Gary sudah akan membuka cabang lagi dibeberapa tempat.

Berkembang disini bukan hanya sekedar berkembang, Anda harus mempunyai target yang jelas dan terus naik setiap bulan atau tahunnya. Sekarang di kota Gary, Speedpro Imaging hanya ada 3 cabang, dan akan ditambahkan lagi setiap tahunnya oleh Gary. Target Gary, dikota tersebut tidak sekedar ada banyak cabang dari Speedpro Imaging, tetapi agar setiap cabang mempunyai kualitas dan pelayanan yang baik.

speedpro

Dari cerita diatas, sangat menarik disimak bahwa Gary yang sudah mempunyai penghasilan yang cukup tetapi ternyata harus berkorban waktu untuk keluarga. Gary akhirnya memilih untuk keluar dari pekerjaannya dan berbisnis. Sekarang Gary mempunyai lebih banyak penghasilan daripada pekerjaan yang pertama dan mempunyai waktu untuk keluarga. Umur Gary pun sudah tidak muda lagi, tetapi itu bukan berarti halangan untuk memulai bisnis. Terinspirasi oleh artikel ini? Bagikan untuk teman-teman Anda di social media ya! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Allan]

 

Rekomendasi Editor Hari Ini:

Howard Schultz, Dari Karyawan Jadi CEO Starbucks

Lezatnya Kue Mochi Malang Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Inilah 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pebisnis Muda

Dior Asning Kosyu

Bercita-cita menjadi pemain basket, kini Dior berubah profesi menjadi jurnalis yang ingin memperbaiki Indonesia melalui tulisannya.

Facebook Twitter Google+ 

Summary
Article Name
Jadi Programmer 30 Tahun, Banting Setir Jadi Pebisnis Franchise Sukses
Author
Description
Meskipun sudah jadi programmer selama 30 tahun, pria ini nekat membuka bisnis franchisenya sendiri dan sukses.