Studentpreneur | Media Bisnis | Ide Bisnis | Bisnis Anak Muda

Uncategorized

Bisnis yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga


Menjadi ibu rumah tangga artinya harus menghentikan semua pekerjaan dan fokus terhadap kebutuhan rumah tangga. Akibatnya, tidak ada penghasilan tambahan. Padahal, kebutuhan ekonomi saat menikah dibandingkan dengan masa lajang jauh lebih besar. Ada tagihan ini dan itu yang harus dibayar. Belum lagi bila sudah ada anak yang harus dihidupi.

Sebenarnya ada satu cara ketika ibu rumah tangga butuh penghasilan tambahan Sobat Studentpreneur. Caranya, tentu dengan berbisnis. Apa saja bisnis yang cocok untuk ibu rumah tangga?

 

Bisnis Katering

Saat ini, kebutuhan katering semakin meningkat. Pasar utamanya adalah wanita pekerja yang terlalu sibuk untuk menyiapkan makanan. Bila kamu adalah orang yang suka memasak, ini celah bisnis yang sangat besar. Tawarkan kepada rekan-rekan atau saudara yang merupakan wanita pekerja. Bisnis ini akan semakin berkembang bila kamu menyiapkan menu makanan untuk diet sehat serta layanan pesan antar katering.

 

Reseller Pakaian/Kebutuhan Wanita

Bisnis ini sebenarnya sudah ada bahkan sebelum muncul e-commerce besar seperti Tokopedia dan BukaLapak. Caranya, carilah supplier baju, tas, atau kebutuhan wanita lain kemudian jual kembali barang-barang mereka secara eceran. Selain menjualnya secara online, kamu juga bisa menjualnya melalui perkumpulan ibu-ibu di lingkungan setempat. Sistem kredit mingguan atau bulanan juga dapat kamu terapkan untuk semakin memudahkan calon pembeli menjangkau produkmu. Bisnis ini juga masih dapat berkembang apabila kamu jadi suppliernya sendiri dengan mencari pengrajin-pengrajin yang dapat bekerja sama.

 

Les Privat

Bila kamu memang suka dengan anak-anak serta memiliki kemampuan akademik di berbagai mata pelajaran, les privat adalah bisnis yang cukup besar peluangnya. Selagi mengasuh anak, kamu dapat mengajar murid les dari sekitar rumah. Modal kamu hanyalah kecerdasan serta ruangan yang sedikit luas untuk menampung murid les. Bisnis ini masih dapat berkembang apabila sudah mulai banyak anak-anak yang mendaftar untuk ikut les di tempat kamu. Bila sudah mulai terlalu banyak, saatnya kamu untuk merekrut tenaga pengajar dan menyewa tempat agar semakin terkesan professional.

 

Bisnis Kue Kering

kue-kering

Photo Credit: Pixabay

Punya hobi membuat kue? Mungkin kamu juga bisa menjual kue kering buatan kamu untuk tetangga-tetangga sekitar. Kenalkan kepada mereka bahwa kamu menerima pesanan kue kering kapan pun. Kemungkinan besar, bisnis kue kering akan mengalami pemasukan yang sangat besar ketika dekat Hari Lebaran karena kebutuhan kue saat itu sangat besar. Untuk mengembangkan bisnis ini, kamu bisa memperbanyak jenis kue yang dapat dipesan. Sekedar tips, cantumkan nama dan nomor yang bisa dihubungi di kemasan kue agar nama kamu semakin tersebar di kalangan ibu-ibu rumah tangga.

 

Bahan makanan siap masak

Bisnis ini cenderung baru di Indonesia, namun sudah jamak di kota-kota besar dunia seperti New York yang notabene merupakan kota tersibuk di dunia. Bedanya dengan bisnis katering, di sini kamu hanya perlu menyiapkan bahan-bahan serta langkah-langkah dalam memasak suatu resep. Bungkus sayuran, daging, dan bahan-bahan penting lainnya, kemudian pak sesuai dengan resep yang dipesan. Bisnis ini menutupi kelemahan katering, yakni selera pelanggan yang berbeda-beda serta higienitas yang dipertanyakan oleh pelanggan. Sebagai daya tarik tambahan, alangkah baik apabila kamu mengganti bahan-bahan makanannya dengan bahan makanan organik dan sehat.

 

Memilih bidang bisnis yang tepat sebagai seorang ibu rumah tangga harus didasari dengan keahlian serta ketekunan dalam belajar akan hal baru. Perlu ada niat dari dalam diri dan panggilan hati untuk melakukan semuanya dengan passion. Dengan demikian, apapun bisnis yang kamu jalankan, bukan tidak mungkin penghasilan tambahan ini berkembang menjadi sumber pemasukan terbesar di kemudian hari Sobat Studentpreneur.

Ricza Try Wicaksono

Ricza merupakan pengamat startup dan saat ini bekerja di startup Jepang, Wondershake.

Facebook Twitter